BMK Pidie Bantu Korban Kebakaran di Dua Lokasi Berbeda

Badan Baitul Mal Kabupaten (BMK) Pidie mengunjungi sekaligus menyerahkan bantuan sosial kebencanaan kepada korban kebakaran di Gampong Pukat, Gampong Ulee Ceue Keulibeut Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Rabu (22/5/2022).   Adapun anggota komisioner BMK hadir Divisi Humas Sosialisasi dan Hubungan Umat, Marzuki Ahmad, SHI,MH.

Kemudian, Divisi Pendistribusi, Drs. Imran Hasan, serta di dampingi oleh Kasubag Umum, Zulfikar, SE dan Staf Analisis Data dan Informasi Fauzi, S. Sos

Marzuki Ahmad mengatakan, kedatangan pihaknya untuk memberi semangat kepada korban yang baru saja mendapatkan musibah.

Sekaligus menyerahkan bantuan sosial kebencanaan kepada keluarga korban kebakaran atas nama Tgk. Effendi (45), warga Gampong Pukat dan Halimaton MD (50) warga Gampong Ulee Ceue Keulibeut Kecamatan Pidie.

Bantuan yang diberikan kepada masing-masing berupa santunan sebesar Rp 3.000.000 yang bersumber dari Badan Baitul Mal Aceh.

Musibah ini tidak sangka-sangka, peristiwa seperti ini mungkin saja terjadi untuk masyarakat Pidie lainnya.

“Dalam hal ini Baitul Mal berupaya semaksimal mungkin membantu korban, saudara Tgk. Effendi dan Halimaton MD ini, hari ini kita bantu dengan bantuan kebencanaan,” kata Marzuki Ahmad.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan Badan Baitul Mal Kabupaten Pidie ini adalah bagian daripada pertanggungjawaban badan BMK terhadap orang yang sudah kehilangan harta dan  tidak berdaya ini.

Maka itu pihaknya mengajak masyarakat dan aparatur gampong sekuat tenaga, secara swadaya membantu korban kebakaran yang tidak berdaya ini.

Sementara secara terpisah Tgk. Effendi dan Halimaton MD selaku korban kebakaran, mengucapkan terimakasih atas bantuan dan dukungan baik secara moril dan materil yang diberikan kepadanya.

Ia sangat senang dan terharu atas apa perhatian Badan Baitul Mal Kabupaten Pidie kepadanya.  

“Alhamdulillah, saya ucapkan terimakasih  banyak kepada Badan Baitul Mal Kabupaten Pidie yang telah membantu.

Saya merasa terharu dan senang karena Baitul Mal telah membantu saya, saya tidak melihat nominalnya namun saya bangga akan ketulusan upaya Baitul Mal ini,” demikian Tgk Effendi. (*)

SUMBER : aceh.tribunnews.com

Baitul Mal Pidie Bantu Warga Miskin Korban Kebakaran di Tangse

Baitul Mal Pidie menyerahkan bantuan kepada warga miskin korban kebakaran di Gampong Blang Jeurat, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (24/5/2022).

Bantuan itu diserahkan Kepala Baitul Mal Pidie, Tgk Zulkifki atau Abi Don, yang diterima Suriyanti. 

Untuk diketahui, rumah warga miskin itu terbakar pada bulan Suci Ramadhan 1443 H. Saat ini, Suriyanti bersama suami dan lima anaknya harus menumpang di rumah keluarganya.

“Bantuan yang kita serahkan berupa uang Rp 5 juta untuk keluarga yang ditimpa musibah kebakaran,” kata Ketua Baitul Mal Pidie, Tgk Zulkifli, kepada Serambinews.com, Selasa (24/5/2022).

Ia menjelaskan, bantuan yang diserahkan tersebut hendaknya bisa meringankan beban pemilik rumah, terutama bisa merehab rumah.

Selain itu, kata Abi Don, pemilik rumah juga harus bisa bersabar terhadap musibah itu. Sebab, musibah yang terjadi itu akan ada hikmahnya di sisi Allah SWT.

“Sumber dana yang kita bantu untuk warga miskin yang rumahnya terbakar dari infak dan zakat warga yang diserahkan ke Baitul Mal Pidie,” pungkasnya.

# Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2022/05/24/baitul-mal-pidie-bantu-warga-miskin-korban-kebakaran-di-tangse




Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan atau yang dikenal juga sebagai zakat zakat profesi adalah bagian dari zakat maal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan / penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah (Al Qur’an Surah Al Baqarah ayat 267, Peraturan Menteri Agama No 52/2014 dan pendapat Shaikh Yusuf Qardawi). Standar nishab yang digunakan adalah sebesar Rp5.240.000,- per bulan

Adapun cara menghitung zakat penghasilan sebagai berikut:

Zakat yang dikeluarkan = Jumlah pendapatan bruto x 2.5%

Contoh:

Penghasilan diterima setiap bulan sebesar Rp6.000.000, maka sudah wajib zakat. Jadi zakat yang dibayarkan adalah Rp6.000.000 x 2.5% = Rp150.000,-

Perbedaan Zakat, Infak dan Shadaqah

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Ustadz, apa bedanya zakat infak sodaqoh? Khususnya untuk infak dan sodakoh saya masih bingung. Hatur nuhuun.
Ema, Padang

Jawaban:

Wa ‘alaikum salam wr.wb.

Sobat Ema yang budiman,

Zakat adalah kewajiban harta yang spesifik, memiliki syarat tertentu, alokasi tertentu dan waktu tertentu. Zakat memiliki kekhususan yang berbeda dengan infak atau shadaqah. Seperti zakat fitrah yang dilaksanakan hanya setahun sekali menjelang hari raya Idhul Fitri.

Semua dana zakat baik itu zakat penghasilan, zakat perdagangan, zakat pertanian dan zakat yang lainnya merupakan dana terikat yang yang alokasi dan distribusinya hanya diberikan kepada delapan asnaf (golongan) yang disebutkan dalam surat At-Taubah: 60

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Oleh karena itu dana zakat tidak boleh diberikan kepada sembarang orang, kecuali kalau penerima dana tersebut termasuk dari delapan asnaf tadi.

Adapun infak yaitu mengeluarkan atau membelanjakan harta yang mencakup zakat dan non-zakat. Infak ada yang wajib ada yang sunnah. Infak wajib diantaranya kafarat, nadzar, zakat dll. Infak sunnah diantaranya infak kepada fakir miskin sesama muslim, infak bencana alam dll.

Berbeda dengan zakat, dana infak dapat diberikan kepada siapapun meskipun tidak termasuk dalam delapan asnaf. Adapaun balasan bagi orang yang berinfak dan bershadaqah antara lain disebutkan seperti di hadist ini:

Dari Abu Huraira radhiyallahuanhu, ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang bersedekah dengan sebiji korma yang berasal dari usahanya yang halal lagi baik (Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga dan memeliharnya untuk pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung.” -Muttafaq’alaih.

Shadaqah maknanya lebih luas dari zakat dan infak. Shadaqah dapat bermakna infak, zakat dan kebaikan non-materi. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah saw memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershadaqah dengan hartanya, beliau bersabda:

“Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap tahlil shadaqah, amar ma’ruf shadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya pada istri juga shadaqah”.

Termasuk juga menurut Hadis Nabi, senyum yang tulus ikhlas dan kata-kata yang baik itu sebagai satu bentuk shadaqah. Demikian pula memberikan kebahagiaan kepada orang lain dalam bentuk apapun yang diridhai Allah adalah perbuatan shadaqah. Dengan demikian secara umum shadaqah bermakna semua kebajikan atau kebaikan yang mengharap ridlo Allah SWT.

Mudah-mudahan penjelasannya bermanfaat. Wallahu a’lam bishawwab

Sumber : https://www.rumahzakat.org/perbedaan-zakat-infak-dan-shadaqah-2/

Fungsi dan Tujuan Zakat

Zakat adalah ibadah yang memiliki dua dimensi, yaitu vertikal dan horizontal. Zakat merupakan ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah (hablu minallah; vertikal) dan sebagai kewajiban kepada sesama manusia (hablu minannaas; horizontal). 

Zakat juga sering disebut sebagai ibadah kesungguhan dalam harta (maaliyah ijtihadiyah). Tingkat pentingnya zakat terlihat dari banyaknya ayat yang menyandingkan perintah zakat dengan perintah shalat.

Zakat merupakan salah satu ciri dari sistem ekonomi Islam, karena zakat merupakan salah satu implementasi asas keadilan dalam sistem ekonomi Islam. Zakat mempunyai enam prinsip.

1. Prinsip keyakinan keagamaan, yaitu bahwa orang yang membayar zakat merupakan salah satu manifestasi dari keyakinan agamanya.
2. Prinsip pemerataan dan keadilan; merupakan tujuan sosial zakat, yaitu membagi kekayaan yang diberikan Allah lebih merata dan adil kepada manusia.
3. Prinsip produktivitas, yaitu menekankan bahwa zakat memang harus dibayar karena milik tertentu telah menghasilkan produk tertentu setelah lewat jangka waktu tertentu.
4. Prinsip nalar, yaitu sangat rasional bahwa zakat harta yang menghasilkan itu harus dikeluarkan.
5. Prinsip kebebasan, yaitu bahwa zakat hanya dibayar oleh orang yang bebas atau merdeka (hurr).
6. Prinsip etika dan kewajaran, yaitu zakat tidak dipungut secara semena-mena, tapi melalui aturan yang disyariatkan.

Sedangkan tujuan zakat adalah untuk mencapai keadilan sosial ekonomi. Zakat merupakan transfer sederhana dari bagian dengan ukuran tertentu harta si kaya untuk dialokasikan kepada si miskin.

Para cendekiawan muslim banyak yang menerangkan tentang tujuan-tujuan zakat, baik secara umum yang menyangkut tatanan ekonomi, sosial, dan kenegaraan maupun secara khusus yang ditinjau dari tujuan-tujuan nash secara eksplisit.

  1. Menyucikan harta dan jiwa muzaki.
    2. Mengangkat derajat fakir miskin.
    3. Membantu memecahkan masalah para gharimin, ibnusabil, dan mustahiq lainnya.
    4. Membentangkan dan membina tali persaudaraan sesama umat Islam dan manusia pada umumnya.
    5. Menghilangkan sifat kikir dan loba para pemilik harta.
    6. Menghilangkan sifat dengki dan iri (kecemburuan sosial) dari hati orang-orang miskin.
    7. Menjembatani jurang antara si kaya dengan si miskin di dalam masyarakat agar tidak ada kesenjangan di antara keduanya.
    8. Mengembangkan rasa tanggung jawab sosial pada diri seseorang, terutama bagi yang memiliki harta.
    9. Mendidik manusia untuk berdisiplin menunaikan kewajiban dan menyerahkan hak orang lain padanya.
    10. Zakat merupakan manifestasi syukur atas Nikmat Allah.
    11. Berakhlak dengan akhlak Allah.
    12. Mengobati hati dari cinta dunia.
    13. Mengembangkan kekayaan batin.
    14. Mengembangkan dan memberkahkan harta.
    15. Membebaskan si penerima (mustahiq) dari kebutuhan, sehingga dapat merasa hidup tenteram dan dapat meningkatkan kekhusyukan ibadat kepada Allah SWT.
    16. Sarana pemerataan pendapatan untuk mencapai keadilan sosial.
    17. Tujuan yang meliputi bidang moral, sosial, dan ekonomi.

Dalam bidang moral, zakat mengikis ketamakan dan keserakahan hati si kaya. Sedangkan, dalam bidang sosial, zakat berfungsi untuk menghapuskan kemiskinan dari masyarakat. Dan di bidang ekonomi, zakat mencegah penumpukan kekayaan di tangan sebagian kecil manusia dan merupakan sumbangan wajib kaum muslimin untuk perbendaharaan negara.

Oleh sebab itu, segeralah kalkulasi harta Anda. Jika memenuhi syarat kewajiban zakat, segera tunaikan. Namun, dalam penghitungannya Anda mesti mengacu kepada jenis harta Anda, apakah harta perdagangan, harta tunai, peternakan, pertanian, industri, dan lain sebagainya. Semua jenis ini dihitung dengan kalkulasi tertentu.